Layang-layangku

Layang-layang yang begitu indah ku terbangkan
dengan hati penuh keceriaan dan kesenangan,
hingga buat ku bahagia menerbangkannya

Setelah begitu lama ku terbangkan,
karena kecerobohanku
akhirnya tanganku terluka hingga perih…

karena kesal dan kegoisanku
ku putuskan tali layang layang indah itu
hingga terlepas dari genggamanku…

Setelah layang-layang itu pergi menjauh dari pandanganku
Aku baru berfikir, resiko jika bermain layang-layang
tidak berhati-hati pasti kan terluka….

Aku sungguh merindukannya tuk kembali
tapi itu sudah tidak mungkin,
layang-layang itu sudah terbang sendiri
trus menjauh dari pandanganku

Aku yg bodoh hanya bisa menerima penyesalan
atas semua kesalahan dan kecerobohan
yang telah ku perbuat…

Berharap dan Bedo’a semoga Tuhan
mengizinkanku tuk bertemu dan bisa bersamanya kembali…

Kamar Putih, Denpasar
07 Juli 2011

Satu Tanggapan to “Layang-layangku”

  1. upput pardiansyah Berkata

    penyesalan itu selalu datang terlambat

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.